Lompat ke isi utama
Donor DBS Foundation
Lokasi Medan, Semarang, Surabaya

Financial Inclusion for Women Entrepreneurs

Tentang Program

Dua dekade terakhir, perempuan Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan di ruang publik maupun sektor-sektor strategis, khususnya melalui peran mereka dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Data Kementerian Perdagangan (2025) mencatat bahwa 64,5 persen dari total 65 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, sebuah capaian yang menegaskan kontribusi besar perempuan dalam menggerakkan perekonomian nasional. 

Namun demikian, tingginya partisipasi perempuan dalam sektor UMKM belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi keuangan yang memadai. Berbagai tantangan tersebut mencakup antara lain: 

  1. Tingkat literasi keuangan perempuan Indonesia tercatat lebih rendah dibandingkan laki-laki. Literasi keuangan perempuan berada di angka 66.75 %, yang lebih rendah dibandingkan literasi keuangan laki-laki di angka 76.08 %. 

  2. Masih terbatasnya perempuan pemilik UMKM yang memiliki akses lembaga keuangan formal, terutama di era layanan berbasis digital. Data dari Yayasan Mercy Corps Indonesia menunjukkan lebih dari 50 % perempuan belum memiliki rekening bank. 

  3. Rendahnya penggunaan transaksi digital di kalangan UMKM yang dipimpin perempuan. Berdasarkan data dari Financial Inclusion Insight menunjukkan hanya 17% UMKM yang dikelola perempuan melakukan transaksi melalui e-commerce.

Menjawab tantangan tersebut, DBS Foundation bekerja sama dengan Yayasan Mercy Corps Indonesia untuk meningkatkan ketahanan dan kesehatan keuangan untuk perempuan (20% perempuan usia 18 – 35 tahun) pemilik dan atau pengelola Usaha Mikro dan Kecil termasuk perempuan muda pemilik dan atau pengelola Usaha Mikro dan Kecil dalam Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs selama dua tahun. 

Tujuan Kami

Fokus utama dari program ini adalah meningkatkan ketahanan dan kesehatan keuangan dengan detail sebagai berikut:

  1. Meningkatkan pengetahuan perempuan pemilik dan atau pengelola Usaha Mikro dan Kecil melalui pelatihan dan mentoring Literasi Digital, Pemasaran Digital, Manajemen Keuangan dan Operasional dan Harga Pokok Penjualan, Cerdas Menabung dan Cerdas Keuangan, dan Akses Produk dan Layanan Keuangan.

  2. Memberikan dan mengoptimalkan akses pemasaran digital.

  3. Memberikan akses produk dan layanan keuangan, termasuk memastikan keaktifan penggunaan produk dan layanan keuangan.

Target Area dan Partisipan

Rangkaian kegiatan Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs dilaksanakan di Kota Medan, Kota Semarang, dan Kota Surabaya pada periode tahun 2025 - 2027. Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs menargetkan 40,000 perempuan dan pengelola Usaha Mikro dan Kecil termasuk 8.000 perempuan muda yang berusia 18 - 35 tahun. 

Kegiatan:

Pelatihan dan mentoring Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs untuk lima modul yakni:

  1. Literasi Digital

  2. Pemasaran Digital, 

  3. Manajemen Keuangan dan Operasional dan Harga Pokok Penjualan, 

  4. Cerdas Menabung dan Cerdas Keuangan, dan 

  5. Akses Produk dan Layanan Keuangan.